LAZ Harfa dan BPKP Perwakilan Provinsi Banten Rayakan HUT BPKP ke 38 dengan Khitanan Masal

Responsive image

Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) bersama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Banten menjalin kemitraan bersama dalam gelaran acara Khitanan Masal untuk Anak Dhufa sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) BPKP Ke 38 tahun dengan tema BPKP Banten Peduli. Bertempat di Klinik Harfa Medika BSMI, Link Tembong, Pabuaran, Cipocok Jaya Kota Serang Banten, Senin (24/5/2021).

Koordinator Pengawas Bidang IPP BPKP Perwakilan Provinsi Banten, Mujiyanto (54) menjelaskan kegiatan tersebut bagian dari peringatan HUT BPKB Ke 38 Tahun dengan harapan BPKP turut perduli kepada masyarakat, melalaui kerjasama LAZ Harfa pihakanya telah menggelar berbagai agenda dalam perayaan HUT BPKP ke 38 tahun dengan agenda akhir berupa Khitanan Masal untuk Anak Dhuafa.

“Kegiatan ini bukan hanya kegiatan yang satu-satunya dilakukan oleh BPKP terutama berkaitan dengan kiprahnya di lingkungan paling tidak yaitu: Bingkisan Ramadhan untuk THL, Bingkisan Pahlawan Keluarga Dhuafa, Bantuan Pakaian Layak Pakai, Buka Puasa Bersama Masyarakat dan Khitanan Masal untuk Anak Dhuafa.” Jelas Mujiyanto.

Direktur Program dan Kemitraan LAZ Harfa, Mamak Jamaksari mengatakan pihaknya sebagai pelaksana dalam acara khitanan masal tersebut menjelaksan peserta khitanan masal sebanyak 40 orang anak berasal dari berbagai daerah di Provinsi Banten dan dari berbagai latar belakang keluarga, mulai dari anak yatim, dhuafa hingga non muslim.

“Acara ini diikuti oleh 40 orang anak ada yang yatim ada yang dhuafa bahkan ada yang non muslim pun ikut di acara ini.” Tutur Mamak.

Mamak juga menjelaskan adanya tantangan penyelenggaraan kegiatan khitanan masal di tengah pademi COVID 19, pihaknya berupaya mengatasi dengan tetap menggunakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, mulai dari perizinan, pelaksanaan protokol kesehatan hingga pengaturan waktu kedatangan peserta diharapkan dapat mencegahan penularan covid 19.

“Gak ada rasa khawatir malah saya seneng anak sendiri minta di sunat sendiri gak rewel, malah saya seneng. Insya Allah mudah-mudahan jadi penerus bapaknya tapi jangan penerus rongsokan dek hehe,” Anhari melanjutkan ia berharap anaknya menjadi seorang polisi “jadi cita-citanya mau jadi polisi”.