Wujudkan Jamban Sehat Untuk Masyarakat Desa

Responsive image

Kesehatan adalah nikmat terbesar dari Allah SWT yang harus selalu kita syukuri. Begitu pentingnya kesehatan bagi kita, sehingga apabila kita tidak sehat tentu itu akan menghambat aktivitas sehari-hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan salah satunya adalah kondisi jamban yang sehat. Namun, kondisi jamban yang sehat ini masih sering kita abaikan keberadaannya.

Jamban atau tempat yang memiliki fasilitas untuk pembuangan kotoran/tinja adalah salah satu faktor penyebab penularan penyakit. Dimana proses penularan penyakit ini dapat terjadi melalui perantara, seperti air, tanah, makanan, atau serangga. Contoh penyakit yang diakibatkan oleh jamban yang buruk, antara lain penyakit Kholera, Polio, dan Hepatitis A.

Sanitasi lingkungan yang sehat ternyata juga bisa mencegah stunting. Stunting adalah kondisi anak yang memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya diakibatkan asupan gizi yang kurang seimbang. Apabila hal ini dibiarkan secara terus menerus, maka akan menurunkan kualitas generasi yang akan datang.

World Health Organization (WHO), pada tahun 2018 mengumumkan bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua sanitasi terburuk di dunia setelah India. Seperti dilansir dari republika.co.id, masih ada sedikitnya 22 juta lebih masyarakat Indonesia yang hingga hari ini belum memiliki akses terhadap sanitasi yang sehat. Sekitar 150 ribu orang Indonesia meninggal akibat buang air besar (BABS) sembarangan.

LAZ Harfa (Harapan Dhuafa) melalui program Arisan Jamban turut peduli terhadap kesehatan sanitasi masyarakat. Dimana program ini telah dilakukan sejak tahun 2007 hingga saat ini. Salah satunya yaitu kisah Ibu Eni asal Kp. Cimuncang, Desa Sudimanik, Kec. Cibaliung, Kab. Pandeglang. Ibu Eni adalah salah satu anggota arisan jamban yang bertekad kuat ingin membangun WC sendiri.

Semangat beliau untuk mempunyai jamban sendiri karena agar tidak kesulitan lagi ketika akan buang air besar. Program Arisan Jamban ini juga telah merambah desa-desa lain di pelosok Banten, yaitu di Kp. Jaura dan Kp. Cibodas, Pandeglang. Alhamdulillah, melalui program ini lebih dari 50 ribu jiwa di Banten sudah tidak BABS dan lebih dari 10 ribu jamban telah terbangun.