TUJUAN DAN HIKMAH BERQURBAN

Setiap pekerjaan yang diperintahkan dalam AL-Qur’an atau Assunah seperti ibadah qurban pastilah memiliki tujuan yang baik. Tujuan berqurban yang paling utama dari keutamaan tujuan laiinya adalah taqarrub ilallah atau mendekatkan diri kepada Allah swt. Dengan bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah akan dapat mendatangkan kesejahteraan dan keselamatan hidup di dunia dan di akhirat.

Ibadah Qurban sejatinya memiliki banyak hikmah yang berlimpah namun secara garis besar  hikmah terbesarnya adalah mendapatkan dua garis hubungan baik dan tidak dapat terpisahkan diatara keduanya karena menjadi kebutuhan yang saling melengkapi. yaitu Hablumminallah (Hubungan manusia dengan Tuhannya) dan Hablumminannas (Hubungan manusia dengan sesama manusia).

Hikmah yang berkaitan dengan hubungan baik antara manusia dengan tuhannya (Habluminnal) adalah:

  1. Kurban merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah swt, dengan berqurban merupakan upaya melaksanakan takwa kepada Allah swt. Takwa berarti taat dan patuh kepada Allah swt. Kesediaan melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih hewan kurban dan diniatkan semata-mata untuk Allah swt adalah bukti takwa yang terpancar pada tingkah laku seseorang, ia menjadikan qurbannya sebagai pintu untuk mendapatkan hubungan baik dan rasa cinta tuhan kepada dirinya.

 

  1. Berqurban membuat orang tentram dan menerangkan hati manusia. Saat menyembelih hewan kurban dibarengi dengan menyebut nama Allah dan mengagungkan-Nya keadaan tersebut adalah bagian dari berdzikir dan senantiasa mengingat Allah swt. ‘ala bidzikrillahi tatmainul quluub yang berarti “Dengan mengingat Allah swt, teranglah hati kita.

 

  1. Allah swt menambahakan nikmat dan karunianya kepada orang yang bersyukur dan menjauhkan dari azab yang pedih, salah satu hikmah terbesar bagi orang yang berkurban adalah ditambahnya nikmat karena dengan berkurban merupakan salah satu wujud meluapkan rasa syukur dengan bersyukur pula akan terhindar dari azab yang pedih. Firman Allah swt dalam Q.S Ibrahim ayat 7 :

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ

Artinya : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

 

  1. Berkurban adalah amalan paling dicintai Allah swt. Hal ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah bahwa Nabi saw bersabda:

 “Tidaklah pada hari nahr (qurban) manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah dari hewan qurban, ia akan datang pada hari kiamat, dengan tanduk, kuku, rambut hewan kurban tersebut, Dan sungguh, darah tersebut akan sampai pada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.

Sedangkan pada hubungan yang baik kepada sesama manusia melalui kurban adalah karena dengan begitu akan terhindar dari sikap saling mementingkan diri sendiri, berkurban berarti perduli terhadap kepentingan orang banyak, peduli kepada fakir, orang miskin dan dapat berbagi kebahagian kepada setiap orang disekitarnya dengan begitu akan menambah kebahagian secara bersama.

Hewan kurban yang disembelih akan dibagikan kepada setiap orang secara merata, di indoneisa sendiri ketika perayaan hari kurban akan dilakukan secara bersama mulai dari prosesi penyembelihan hingga pembagian daging kurban baik secara mentah atau yang telah diolah matang. Keadaan ini menciptakan rasa persaudaraan dan tali silaturahmi yang kuat dalam masyarakat, dengan berkurban juga dapat berarti saling menguatkan satu sama lain. Terlebih saat ini banyak dari masyarakat kita terkena dampak pademi Covid-19 perlunya upaya saling menguatkan merupakan bagian untuk kita dapat kembali bangkit, momentum Hari Raya Qurban adalah solusi meningkatkan hubungan kemanusiaan antara sesama muslim dan masyarakat pada umumnya.

Bagikan berita ini :