Sholat Jumat Pertama Bersama Nabi

Kita mengenal hari jumat sebagai hari yang penuh berkah. Banyak sekali keutamaan dan keistimewaan di hari jumat. Salah satunya adalah Sholat Jumat yang diperintahkan untuk muslim laki-laki. Setelah selama ini melaksanakan sholat jumat tersebut, sudahkah  mengetahui bagaimana sejarah Sholat Jumat?

Sebagian riwayat menyebutkan, kata Jumat berasal dari kata Jama’a yang berarti “berkumpul”, yaitu hari bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa di Jabal Rahmah. Selain itu, Kata Jumat juga diartikan sebagai waktu berkumpulnya umat Islam untuk melaksanakan kebaikan.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang beriman apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah ; 9)

Perintah Shalat Jumat turun bersamaan dengan perintah shalat lima waktu ketika Rasulullah masih di Makkah. Namun, sulitnya melaksanakan Sholat Jumat karena kuatnya tekanan dan penindasan dari kaum kafir Quraisy, Sholat Jumat pertama kali baru dilaksanakan ketika Rasulullah Hijrah ke Madinah.

Senin, 12 Rabiul Awal 1 Hijriyah atau sekitar 622 M, Rasulullah dan Abu Bakar menyambangi Desa Quba’ yang tak jauh dari Madinah. Penduduk yang mengetahui Rasulullah datang berhamburan keluar menyambutnya.

Rasulullah beristirahat di rumah Kultsum bin Hadm selama empat hari, sejak hari Senin sampai Kamis. Lalu, atas saran Ammar bin Yasir, beliau dengan para sahabat membangun masjid Quba’. Inilah masjid pertama kali yang dibangun dalam sejarah Islam.

Masjid telah selesai dibangun, Rasulullah melanjutkan perjalanan  menuju Yatsrib, sekarang ini dikenal dengan Madinah. Rasulullah bersama Abu Bakar singgah di kampung Bani Sulaim sebelum sampai tujuan. Kala itu hari bertepatan hari Jumat menjelang waktu Shalat Dzuhur. Saat itulah, Rasulullah mengajak para sahabat dan kaum muslim untuk mendirikan Shalat Jumat untuk pertama kalinya.

Shalat Jumat dilaksanakan di sebuah wadi (lembah) yang diketahui bernama Wadi Ranuna, tidak jauh dari Quba. Untuk memperingati Shalat Jumat pertama itu, didirikanlah masjid di lokasi tersebut yang diberinama Masjid Jumuah.

Itulah momen pertama kali Sholat Jumat bersama Rasulullah hingga kemudian menjadi suatu kewajiban bagi setiap muslim laki-laki untuk dilaksanakan setiap hari Jumat. Rasulullah bahkan memberikan peringatan yang tegas bagi orang-orang yang melalaikannya.

Nabi Muhammad s.a.w bersabda “Siapa yang meninggalkan tiga Jumat (Shalatnya) tanpa udzur (alasan yang dibenarkan) maka ia ditulis termasuk golongan orang-orang munafik.” (HR. Thabrani)

Wallahu a’lam bish shawab

Bagikan berita ini :