Lima Pelajaran Berharga di Bulan Ramadhan

Lima Pelajaran Berharga di Bulan Ramadhan

Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu oleh umat muslim sedunia. Karena di dalamnya terdapat keberkahan dan pelajaran hidup—yang penuh dengan hikmah sehingga membuat manusia menjadi lebih baik.

Ramadhan juga bukan sekedar untuk menahan rasa lapar dan haus, tetapi lebih dari itu—karena manusia akan memetik pelajaran secara tidak langsung baik memekakkan jiwa sosial, dan meningkatkan ketakwaan.

Kendati demikian, bulan Ramadhan juga dijadikan ajang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Maka orang yang melalaikan atau tidak mengambil hikmah di bulan suci akan merugi.

Berikut ini lima pelajaran berharga di bulan Ramadhan dan bisa dijadikan pelajaran saat menjalankannya:

  1. Taqwa Kepada Allah

Taqwa merupakan perbuatan yang mawas diri dan selalu waspada terhadap apa yang dilakukan oleh manusia sehingga terhindar dari perpaduan yang dilarang oleh Allah. Artinya, manusia harus menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Allah berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Dengan demikian, puasa di bulan Ramadhan dan ketakwaan adalah satu kesatuan yang utuh. Menjalankan perintah Allah adalah bagian dari melatih ketakwaan.

  1. Mengontrol Hawa Nafsu

Selain takwa manusia juga memiliki hawa nafsu yang membuat manusia akan terjerumus kepada hal-hal yang buruk. Maka ketika seseorang melakukan puasa akan ada kontrol diri perbuatan yang tidak baik.

“Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh pada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS Yusuf: 53).

Ketika manusia menaklukkan hawa nafsunya dengan puasa itu akan membuat seseorang menjadi pribadi yang berakhlak—karena selalu terhindar dari perbuatan buru dan melaksanakan perbuatan baik.

  1. Mengendalikan Emosi

Emosi adalah hal yang dekat dengan manusia sehingga setiap hari pasti ada saja letupan emosi yang keluar dalam diri manusia. Namun, dengan cara puasa seseorang akan lebih menahan diri.

Puasa disebutkan sebagai perisai yang membentengi diri dari perbuatan sia-sia dan menjerumuskan pada dosa. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:

“Puasa itu adalah perisai, apabila seseorang di antara kamu sedang berpuasa maka janganlah berkata kotor dan jangan pula berbuat fasik. Jika ada seseorang yang menyerangnya atau mencacinya, maka hendaklah ia berkata ‘sesungguhnya aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku sedang berpuasa'”. (HR. Bukhari Muslim).

  1. Peduli Terhadap Sesama

Hampir semua muslim ingin mendapatkan berlipat-lipat pahala saat menjalani puasa di bulan Ramadhan. Dengan demikian, banyak orang yang berbagi kepada sesama baik itu berupa takzil ataupun saat sahur.

Bahkan, di bulan Ramadhan setiap muslim diwajibkan untuk membayar zakat fitrah—dan ini adalah bagian dari pelajaran bahwa Islam sangat mengedepankan aspek sosial yang tinggi, yaitu peduli terhadap sesama.

  1. Mengontrol Kesehatan

Banyak orang yang tidak bisa mengontrol diri saat makan. Di bulan Ramadhan semua umat muslim diwajibkan untuk menahan rasa haus dan lapar sehingga akan membawa dampak yang baik pada tubuh.

Bahkan, para ahli kesehatan selalu menganjurkan untuk menjalani puasa karena mempunyai banyak manfaat di antaranya: meningkatkan kontrol gula darah, mengingat kesehatan jantung, menurunkan berat badan, menjaga fungsi otak, dan lain sebagainya.

Nah, mari sambut Ramadhan dengan penuh kebaikan dan ambil pelajaran dari setiap perjalanan spiritual yang telah dilalui.***

 

Sumber: dari berbagai sumber

Share:

Berita Terkait