LAZ Harapan Dhuafa dan Caritas Australia Adakan Capacity Building Staff

LAZ Harapan Dhuafa bersama Caritas Australia adakan Capacity Building Staff untuk Fasilitasi Petani dalam Penggunaan Benih Unggul yang Bermutu dan Pengendalian Tanaman Padi agar kualitas gabah meningkat serta meningkatkan kemampuan¬†untuk negosiasi harga kepada perwakilan lembaga maupun organisasi yang bergerak dalam program pemberdayaan masyarakat dengan mengusung tema “Membentuk Fasilitator Kemanusiaan yang Terampil dan Profesional dibidang Pertanian.”

Kegiatan pelatihan ini berlangsung di Aula Rumah Quran Harfa selama dua hari, 10-11 Januari 2023. Materi yang disampaikan pada pelatihan ialah tentang dasar-dasar pertanian, peningkatan produksi padi melalui benih unggul, pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) padi dan pestisida nabati dengan penyampaian materi langsung oleh Sigit Iko Sugondo, Expert pemberdayaan masyarakat.

Ii Irfan, Manajer Proyek CA menjelaskan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penunjang bagi peserta agar memiliki pengetahuan yang lebih baik lagi khususnya terkait fasilitasi petani dan kemudian diterapkan langsung ketika terjun dalam pemerdayaan masyarakat.

“Tentunya, acara pengembangan kapasitas ini menjadi sebuah agenda penyegaran dan pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan dibidang pemberdayaan supaya lebih kompeten lagi hingga dapat memberikan kontribusi pada organisasi dan diterapkan kepada masyarakat secara optimal,” tutur Ii Irfan.

Adapun, tujuan khusus Capacity building staff kali ini untuk; memberikan pemahaman tentang fasilitasi petani dalam penggunaan benih unggul bermutu dan pengendalian tanaman padi, meningkatkan kualitas gabah dan kemampuan untuk negosiasi harga dengan tengkulak, memberikan bimbingan teknis kepada staff tentang fasilitasi petani dalam penggunaan benih unggul bermutu dan pengendalian tanaman padi, meningkatkan kompetensi peserta dalam bidang pertanian padi, serta memberikan pemahaman bagi peserta agar mampu mengolah pertanian padi.

“Kita sebagai pendamping desa, dimana masyarakat pedesaan biasanya identik dengan mata pencaharian bertani, maka selain sebagai pendamping dalam pengembangan masyarakat menuju kemajuan dan kemandirian, maka pendamping ini dibekali dengan pengetahuan dan keahlian dibidang pertanian khususnya khususnya teknik budidaya dan manajemen usaha,” tutur Sigit.

Sigit menjelaskan, tugas kita bersama adalah mensejahterakan mereka para petani dan mewujudkan kemandirian pangan nasional. Menurut Sigit, LAZ Harfa dan juga lembaga lain yang bergerak dibidang pemberdayaan adalah sebagai rantai pasok penyedia dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

“Harapannya, fasilitator melakukan hal yang sama, yaitu mentransfer pengetahuan kepada masyarakat terutama dibidang pertanian. Tantangan sesungguhnya ada ketika mereka menyampaikan materi yang diperoleh dan dapat dipahami oleh masyarakat sampai pada tahap penerapan,” harap Sigit.

Serapan ilmu yang diterima dari materi yang disampaikan juga diharapkan dapat diteruskan kepada para petani yang masih bertani secara tradisional agar ketika panen dapat memperoleh hasil yang baik dan meningkat dari semula 4 ton menjadi lebih banyak lagi.

Bagikan berita ini :