Bersama Masyarakat Cegah AIDS

Hari ini tepat peringatan Hari AIDS Sedunia. Melalui tema “Komunitas Membuat Perbedaan”, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kita semua mengenai pentingnya peran komunitas dalam pencegahan penularan dari HIV dan AIDS.

Karena menurut catatan World Health Organization (WHO), penyakit ini telah merenggut lebih dari 32 juta jiwa sampai saat ini. Di Indonesia sendiri, menurut Data Kementerian Kesehatan RI , jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Juni 2018 sebanyak 301.959 jiwa dan paling banyak ditemukan di usia 25-49 tahun dan 20-24 tahun.

Lantas, apa itu AIDS hingga menjadi penyakit yang paling ditakuti di dunia? Dilansir dari klikdokter.com, AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome adalah tingkat tertinggi dari infeksi HIV ( Human Immunodeficiency Virus). Virus HIV sendiri menyerang sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi serta beberapa dari jenis kanker. Virus ini menghancurkan sel imunitas dan membuat individu yang terinfeksi menjadi kehilangan kekebalan tubuhnya secara perlahan-lahan.

Sementara itu, AIDS merupakan sindrom atau kumpulan dari gejala yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah. Infeksi yang seharusnya tidak parah pada orang nomal, dapat saja menjadi mematikan pada penderita HIV/AIDS. Namun, tidak semua pengidap HIV akan menjadi HIV/AIDS. Dengan perawatan dan pengobatan yang tepat, penderita HIV dapat hidup normal dan sehat.

Apapun itu alasannya penderita HIV/AIDS tidak seharusnya dijauhi karena yang berbahaya adalah penyakitnya bukan individunya. Masyarakat juga berperan penting untuk menyebarkan informasi yang benar dan lengkap mengenai HIV dan AIDS.

Misalnya, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas hingga ke bidan desa sangat potensial untuk mensosialisasikan penyakit ini berikut dengan cara pencegahannya. Di sekolah-sekolah pun, para guru dan murid bisa mengadakan diskusi-diskusi mengenai HIV dan AIDS ini. Bahkan, bisa juga melalui rapat desa, posyandu, kelompok tani, dan lain-lain.

Jadi, kita semua yang berada di lingkungan masyarakat bisa berperan aktif dan peduli terhadap penyakit ini. Terutama berempati pada ODHA (orang dengan HIV dan AIDS) dengan selalu memberikan dukungan agar mereka bisa hidup normal.

Selamat Hari AIDS Sedunia 2019.

Bagikan berita ini :