BANTU RENOVASI MI AL-KHAIRIYAH DI PELOSOK BARAT PULAU JAWA

Sekolah MI Al-Khairiyah terletak di pelosok barat pulau jawa, tepatnya di Kampung Baru, Desa Waringinjaya, Kec. Cigeulis, Pandeglang. Sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah gratis untuk anak-anak dhuafa di daerah Waringinjaya.

Dibangun sejak tahun 2011 dan baru mendapat ijin resmi di tahun 2013. Dana operasional sekolah hanya berasal dari swadaya masyarakat setempat, dan sampai saat ini sekolah belum pernah mendapatkan renovasi maupun perbaikan.

Kondisi sekolah hanya memiliki 4 ruang kelas dengan siswa sebanyak 129 orang. Mau tidak mau, mereka harus rela berbagi satu sama lain. Kursi dan meja yang penuh keterbatasan, jarak dan waktu tempuh yang jauh dari kehidupan perkotaan.

Dengan berdindingkan bilik-bilik bambu dan beralaskan tanah, pun hujan deras kadang melanda tak menjadikan semangat belajar mereka juga sirna.

Mari kita ulurkan tangan untuk membantu renovasi sekolah MI Al-Khairiyah di pelosok barat pulau jawa. Bantu mereka untuk dapat dengan nyaman dalam menggapai mimpi-mimpinya di sekolah.

Yuk donasikan rezeki terbaikmu untuk bantu renovasi MI Al-Khairiyah dengan cara :

1 Donasi via website Klik Disini

2 Transfer

BANK BNI : 2001717171⁣⁣

A.N. Yayasan Harapan Dhuafa Banten⁣⁣
*Tambahkan kode unik “664” di belakang nominal donasi⁣⁣
Contoh : Rp. 1.000.664,- ⁣⁣

Konfirmasi Donasi :
📲 Wa: Laz Harfa WhatsApp
(0812-8707-4484)
📱Telegram : t.me/LazHarfaBanten (0812-8707-4484)

BANTU PAK LUGINA BANGUN RUMAH PERTAMA MILIKNYA

Ngga kebayang gimana rasanya punya rumah sendiri, bisa untuk berteduh ditanah orang kaya gini udah bersyukur banget. Sekarang saat pemiliknya mau pake tanahnya, saya bingung mau bawa istri dan anak-anak kemana lagi untuk tinggal”  – Pak Lugina

——-

Pernah terbayangkan bagaimana rasanya kebingungan harus tinggal dimana? uang tak ada, tanggungan keluarga banyak, pekerjaan hanya serabutan, seolah beban hidup itu begitu berat dipikul. Itulah yang dirasakan oleh Pak Nana Lugina, salah satu warga Kp. Mengger Desa Mandalasari Kec. Kaduhejo.

Rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman kini harus menjadi permasalahan yang pelik. Jangankan untuk membeli sebidang tanah, makan esok haripun masih tak tahu bagaimana.

Kepasrahan sudah jelas terlihat di wajah kedua pasangan suami istri ini, ia tak memiliki biaya apalagi tabungan untuk membangun rumah, hanya anak-anaklah harta paling berharganya.

Alhamdulillah, bantuan pun datang dari dermawan tercinta yang mau mewakafkan tanahnya. Tapi bukankah membangun sebuah rumah tidak hanya membutuhkan sebidang tanah?

Rumah impian tak hanya membutuhkan tanah sebagai bahannya akan tetapi membutuhkan bahan-bahan kepedulian lainnya untuk menjadikan rumah impian pertama miliknya tak sekedar asa.

Mari ulurkan tangan untuk dapat membantu Pak Lugina membangun rumah pertama ditanah miliknya. Kita hadirkan diri untuk menjadi bagian kebahagiaan Pak Lugina dan keluarganya.

Salurkan donasi terbaikmu melalui :

1 Donasi via website Klik Disini

2 TransferBANK

BNI Syariah : 0264089319
BANK BCA : 2451369221

A.N. Yayasan Harapan Dhuafa Banten

*Tambahkan kode unik “018” di belakang nominal donasi
Contoh : Rp. 1.000.018,-

Konfirmasi Donasi :
📲 Wa: Laz Harfa WhatsApp
(0812-8707-4484)
📱Telegram : t.me/LazHarfaBanten (0812-8707-4484)

DARURAT! BANGUN RUMAH NENEK NARWITI DAN PAK SUMANTRI PASCA KEBAKARAN HEBAT

Kejadiannya begitu cepat, api langsung menyambar semua barang-barang yang mudah terbakar. Konsleting listrik ini menyebabkan rumah saya dan nenek narwiti harus hangus beserta segala isi” – Pak Sumantri

Kebakaran ini menghanguskan dua rumah sekaligus, yaitu milik nenek narwiti dan pak sumantri. Keduanya sudah paruh baya, tak punya simpanan atau harapan untuk membangun kembali rumah seperti sedia kala.

Tak ada satupun bantuan yang datang untuk membangun rumahnya kembali, ditengah teriknya matahari dan dinginnya malam keluarga nenek narwiti dan keluarga pak sumantri masih harus terkatung-katung tanpa tempat berteduh yang nyaman.

Mari gotong royong bersama kami, bantu nenek narwiti dan pak sumantri untuk membangun kembali rumahnya pasca kebakaran hebat yang telah terjadi.

Donasi melalui :
1. Donasi via website Klik Disini
2. Transfer
BRI : 008401000593562
a.n Yayasan Harapan Dhuafa Banten
Tambahkan kode donasi “219” di belakang nominal transfer

Konfirmasi Donasi :
📲 Wa: LAZ Harfa WhatsApp
(0812-8707-4484)
📱Telegram : t.me/LazHarfaBanten (0812-8707-4484)

PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN PESANTREN RAUDLATUL MUHAJIRIN KAB. LEBAK YANG HANYUT

Masihkah ingat dengan Pondok Pesantren Raudhatul Muhajirin Kab. Lebak yang hanyut terbawa arus banjir pada 22 Mei lalu? Alhamdulillah update per 1 Juli, melalui kebaikan para donatur semua pembangunan pesantren kini sudah mulai berjalan.

Dana yang dibutuhkan untuk sampai tahap akhir belumlah mencukupi semua kebutuhan karena bangunan yang rusak sebanyak 12 asrama putra dan 9 asrama putri. Saat ini para santri sendiri masih belajar dalam kondisi seadanya, tanpa asrama dan ruangan yang nyaman.

Mari bantu pondok pesantren Raudlatul Muhajirin membangun kembali tempatnya, semoga keberkahan ilmunya juga mengalir kepada para donatur semua.

Salurkan donasi terbaik melalui :

1 Donasi via website Klik Disini

2 Transfer

Bank Mandiri : 1630003848580
BCA : 2451369221
a.n Yayasan Harapan Dhuafa Banten.

Tambahkan kode donasi “553” dibelakang nominal transfer

Konfirmasi Donasi :

📲 Wa: LAZ Harfa WhatsApp
(0812-8707-4484)
📱Telegram : t.me/LazHarfaBanten (0812-8707-4484)

BANGUN GUBUK REYOT NENEK ARSITI HINGGA LAYAK TINGGAL

“Saya udah nggak punya apa-apa selain gubuk ini, terkadang untuk kebutuhan sehari-hari pun hanya mengandalkan belas kasih dari anak dan para tetangga sekitar. Saya berharap gubuk ini setidaknya bisa saya tinggali dengan aman” – Nenek Arsiti


Nenek Arsiti tinggal seorang diri di gubuk berdindingkan anyaman bambu yang rapuh termakan usia. Ia sering merasa was-was jika terjadi hujan dan angin kencang, sehingga dirinya segera pergi mengungsi ke rumah terdekat, khawatir seketika itu gubuknya ambruk.

Di usia senjanya, Nenek Arsiti ingin hidup dengan layak bersama anak dan cucunya. Ia tidak tega jika harus merepotkan anak dan cucu yang kondisinya pun sama memprihatinkannya tanpa kehadiran sosok kepala keluarga. Tapi ditengah keterbatasan itu semua, Nenek Arsiti tetap rajin untuk beribadah dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Sahabat harapan, mari bantu bangun gubuk reot Nenek Arsiti agar bisa dengan layak ditinggali.

1. Donasi via website Klik Disini

2. Donasi via Transfer

BRI : 008401000593562
a.n Yayasan Harapan Dhuafa Banten
Tambahkan kode donasi “032” di belakang nominal transfer

Konfirmasi Donasi :
📲 Wa: LAZ Harfa WhatsApp
(0812-8707-4484)
📱Telegram : t.me/LazHarfaBanten (0812-8707-4484)

LAZ HARFA BANTU IBU NINING, SANG GURU HONORER 15 TAHUN YANG ‘TINGGAL’ DI WC

Rabu. 17/07/2019. Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan berita guru honorer yang bergaji 300 ribuan dan tinggal di WC. Laz Harfa langsung menyambangi ke lokasi yang ditinggali oleh guru honorer yang sudah mengabdi 15 tahun bernama Nining Suryati, tepatnya di Desa Karyabuana, Cigeulis Pandeglang-Banten.

Ebi Husaebi, suami dari Nining mengungkapkan bahwa kondisi seperti ini (tinggal di dekat WC sekolah) sudah berlangsung kurang lebih selama 2 tahun. Sebelum menempati tempat yang sekarang ditinggali, ia pernah tinggal di rumah kakaknya kurang lebih 1,5 tahun. Namun sebenarnya Nining dan Ebi tidak benar-benar tinggal di ruang WC. Tapi di dekat WC, namun terpisah dari ruang WC tersebut.

Nining juga mengatakan bahwa untuk tambahan keuangan harian, ia juga membuat warung kecil-kecilan di tempat yang ia tinggali dengan modal yg didapat dari pinjaman bank keliling. “Saya memiliki 2 orang anak, yang paling tua adalah seorang anak lelaki, ia tinggal bersama neneknya di Serang. Sedangkan anak kedua adalah seorang perempuan yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Ponpes MTS Darul Ulum.” Lanjut Nining.

Sudah 15 tahun lamanya Nining mengabdikan dirinya di dunia pendidikan, namun nasib baik belum juga menemuinya. Sebelumnya, Ebi dan Nining pernah memiliki tempat tinggal, tapi kondisi nya rusak berat hingga kemudian ambruk dan tak ada biaya untuk membangunnya kembali. Karena Nining mengajar di sekolah, ia meminta izin kepada pihak sekolah untuk diperbolehkan membuat tempat tinggal seadanya di sekitar lingkungan sekolah. Kebetulan lahan yang kosong berada di dekat WC.

Nining memang tinggal di sini (dekat WC sekolah) sudah aktif mengajar sejak tahun 2004. Nining dikenal aktif dan memiliki catatan baik selama mengajar” ujar Wadi, rekan kerja Nining

Indah prihanande selaku Direktur Laz Harfa dalam kesempatanya mengungkapkan bahwa Laz Harfa langsung hadir untuk memberikan bantuan berupa penguatan ekonomi untuk Ibu Nining dan keluarga.

“Dengan bantuan ini diharapkan beliau dapat melunasi hutang kepada rentenir dan untuk penguatan modal usahanya agar bisa dikembangkan dengan lebih bauk. Untuk rumahnya sendiri akan direnovasi oleh pemerintah Pandeglang” tambahnya.

Ribuan Nining tentu masih ada di sekitar kita. Akankah kita membantu hanya ketika sudah viral dan hanya ketika menjadi berita nasional saja? Kami harap tidak. Melalui Zakat, Infak dan Sedekah anda, jangan pernah hentikan perhatian kita untuk mereka, Nining-Nining yang lainnya.

Anda bisa bantu donasi untuk Ibu Nining melalui transfer Mandiri 1630003848580 dan BCA 2451369211 An. Yayasan Harapan Dhuafa Banten (Tambahkan kode donasi “040” dibelakang nominal donasi)

SANTUNAN YATIM PIATU BERSAMA KOMUNITAS TRAILBLAZER INDONESIA

SERANG. 30 Juni 2019. Komunitas Trailblazer Indonesia (TBZI) menggandeng LAZ Harfa dalam kegiatan santunan anak yatim piatu di Pesantren Al Marshush, Mancak Serang. Santunan yang diberikan berupa perlengkapan kebutuhan sekolah beserta sejumlah uang tunai, yang diberikan kepada 42 orang penerima manfaat.

Bapak Sutejo, selaku perwakilan TBZI mengungkapkan bahwa kegiatan sosial ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian komunitas TBZI sendiri kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Dalam kegiatan tersebut, bukan hanya perwakilan TBZI yang turut hadir, akan tetapi juga istri dan keluarga yang ikut menemani sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial ini.

“Terimakasih banyak atas bantuan yang diberikan, insya Allah bantuan ini akan kami pergunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan sekolah kami agar lebih bersemangat lagi.” Ujar salah satu penerima manfaat.

Berbagi kepada sesama bukan hanya memberikan kebahagiaan bagi para penerimanya, akan tetapi juga bagi mereka yang memberikannya dengan tulus dan ikhlas dari dasar hatinya. Semoga memberikan kebermanfaatan dan keberkahan bagi semua pihak.

LAZ HARFA EDUKASI BENCANA TSUNAMI PADA ANAK USIA DINI DENGAN BERITA (BERCERITA BERSAMA ANAK INDONESIA)

Laz Harfa bekerjasama dengan Perpusda Kab. Pandeglang menyelenggarakan  BERITA (Bercerita Bersama Anak Indonesia) pada Selasa (12/2). Acara tersebut dihadiri oleh anak-anak TK di Kab. Pandeglang.

Anak-anak yang hadir sangat antusias dalam mendengarkan cerita yang dibawakan dengan santai dan menyenangkan tentang edukasi bencana tsunami ini. Selain bercerita, mereka juga diajak menonton film dan berdonasi untuk anak-anak penyintas tsunami.

Rini, tim Laz Harfa selaku PJ dalam BERITA mengatakan bahwa pengumpulan donasi kali ini dilakukan dengan cara yang berbeda, yaitu dengan mengajak anak-anak membuat perahu dari uang kertas yang mereka miliki, sehingga hal ini tentu menjadi kegembiraan tersendiri bagi anak-anak yang hadir.

Acara ini keren dan juga edukatif sekali. Harapannya dengan adanya acara seperti ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian anak-anak sejak dini dan tentunya mengajarkan kepada mereka mengenai mitigasi kebencanaan terutama tsunami ungkap Direktur Laz Harfa, Indah Prihanande.

Kami sangat senang bekerjasama dengan Laz Harfa, semoga acara BERITA ini kedepannya bisa menjadi acara yang berkelanjutan untuk memberikan kebaikan kepada sesama ujar Siti Septiana Miratunnisa Perwakilan Perpusda Kab. Pandeglang saat disela acara.

Anak-anak saja sudah berdonasi untuk para penyintas tsunami. Bagaimana dengan kamu? Tenang belum terlambat kok, karena Laz Harfa masih akan membuka donasi dan posko bencana untuk penyintas tsunami sampai Akhir Juni mendatang.