
Walau matahari sedang terik-teriknya, Nek Ratna harus memaksa dirinya untuk tetap berada di tengah sawah. Demi bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya Nek Ratna bekerja sebagai buruh tani yang dibayar hanya paling besar 60.000 sehari.

Saat berkunjung ke rumah Nek Ratna, kami terkejut melihat kondisi rumahnya yang sangat tidak layak, rumahnya tepat di sebelah kandang ayam yang sangat kumuh dan lembab.
Hanya sepetak tanah tempat Nek Ratna tinggal, tempat tidur, masak, dan makan di satu ruangan yang masih beralaskan tanah.
Tak jarang ketika hujan deras tiba, rumah Nek Ratna selalu bocor karena atapnya banyak yang sudah bolong. Untuk kebutuhan air dan mandi, Nek Ratna dan anaknya menumpang di sumur tetangganya.

Sedih sekali, melihat masa tua Nek Ratna yang serba kesulitan dan tentu saja bukan seperti ini kehidupan yang Nek Ratna inginkan.
Sahabat, mari ulurkan tangan bantu Nek Ratna wujudkan rumah impiannya yang aman dan nyaman.
Salurkan donasi terbaikmu dengan cara :