
Satu Mushaf, Seribu Harapan: Wakaf Al-Qur’an untuk Membantu Mereka Kuat
Di tengah puing-puing bangunan yang runtuh, ada satu hal yang sering luput dari perhatian:Al-Qur’an yang tak lagi bisa dibaca.
Bencana alam tidak hanya merenggut rumah, harta, dan rasa aman. Ia juga meninggalkan mushaf-mushaf yang basah, robek, bahkan hilang tertimbun reruntuhan. Bagi para penyintas, Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci. Ia adalah penguat ketika kehilangan datang bertubi-tubi, penenang di saat masa depan terasa samar.
Di lokasi pengungsian, terlihat bagaimana ayat-ayat Allah dirindukan. Bukan untuk dibaca sekadar rutinitas, tetapi untuk menguatkan hati, menenangkan jiwa, dan menumbuhkan kembali harapan.
Sementara itu, jauh dari sorotan bencana, wilayah pelosok telah lama hidup dalam keterbatasan yang sama. Di banyak tempat, satu mushaf harus dibaca bergantian oleh beberapa orang. Ada anak-anak yang belajar mengaji dengan Al-Qur’an yang sudah lusuh, bahkan tak jarang mereka menunggu giliran karena jumlah mushaf yang sangat terbatas.
Padahal, Al-Qur’an adalah cahaya. Dan cahaya seharusnya sampai ke setiap sudut, tanpa terkecuali.
Oleh karna itu, kami mengajak Bapak/Ibu untuk menghadirkan kembali ayat-ayat Allah untuk menguatkan mereka. Setiap nominal yang Bapak/Ibu wakafkan bukan hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan & memulihkan kembali luka, harapan, dan keteguhan hati.
Mari sebarkan cahaya Al-Qur'an dengan cara :
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik