ImageSETIAP KAYUHAN SEPEDANYA ADALAH HARAPAN UNTUK KELU...
Image

SETIAP KAYUHAN SEPEDANYA ADALAH HARAPAN UNTUK KELUARGA

Image
Pandeglang, Banten
Rp 0 terkumpul dari Rp 25.000.000
0 Donasi 2 bulan, 28 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Sebelah Mata Buta, Kaki Tertatih: Perjuangan Kakek Endang Mengayuh Sepeda Demi 3 Cucu Tuli

Sahabat...
Bayangkan, saat usia kita sudah menginjak 70 tahun. Saat tubuh seharusnya beristirahat di rumah, Kakek Endang justru harus bertaruh nyawa di jalanan Pandeglang. Dengan satu mata yang sudah gelap akibat katarak parah, Kakek harus jeli melihat lubang jalanan. Tak hanya itu, derita diabetes dan kolesterol tinggi membuat kedua kakinya sering kali kaku, linu, dan sulit digerakkan.

Namun, rasa sakit itu seperti menguap setiap kali Kakek melihat wajah tiga cucu tercintanya yang terlahir istimewa, tunarungu dan tunawicara. Kakek tahu, jika ia berhenti mengayuh sepedanya hari ini, maka tidak akan ada makanan dimeja mereka esok hari.

Setiap pagi, dengan tubuh yang gemetar menahan sakit, Kakek Endang bersiap. ia dan istrinya yang juga sudah senja, sibuk membuat sapu lidi. Semua bahan baku mereka cari sendiri. Kakek berjalan tertatih-tatih mencari daun kelapa kering yang jatuh dan kayu bakar untuk memasak, demi menghemat setiap rupiah yang mereka miliki.

Setelah sapu lidi siap, Kakek akan menaikkan barang dagangannya ke atas sepeda tua. Perjalanan melelahkan pun dimulai. Kakek menggowes sepedanya berkeliling Pandeglang. Jarak 18 kilometer ia tempuh dengan keterbatasan fisik. Kakinya yang sakit akibat diabetes dan kolesterol yang dideritanya, serta pandangan yang hanya mengandalkan satu mata sehat. Semua itu hanya demi beberapa puluh ribu rupiah dari hasil jualan sapu lidi yang tak seberapa.

Kakek Endang sebenarnya memiliki banyak anak, namun semuanya sudah berkeluarga dan hidup dalam kesulitan ekonomi masing-masing. Saat ini, Kakek tinggal bersama anak keenamnya. Alih-alih bisa bersandar dan dihidupi oleh anak, sang anak justru divonis sakit ginjal kronis yang membuatnya tidak mampu lagi melakukan pekerjaan berat.

Beban itu kembali runtuh ke pundak ringkih Kakek Endang. Ia tidak hanya menjadi kepala keluarga, tapi juga pelindung, perawat, dan tulang punggung bagi anak yang sakit, istri yang sepuh, serta tiga cucu disabilitasnya yang membutuhkan perhatian ekstra. Kakek tidak pernah mengeluh, namun guratan lelah di wajahnya tak mampu menyembunyikan kenyataan bahwa tubuh tuanya sudah sangat lelah.

Sahabat Harapan, Kakek Endang adalah potret nyata dari cinta kasih yang tak terbatas. Di tengah keterbatasan fisik dan usia senja, ia menolak untuk menyerah pada takdir. Namun, sampai kapan tubuh ringkih itu mampu terus mengayuh sepeda di tengah jalanan Pandeglang yang ramai?

Mari kita hadirkan secercah harapan dan meringankan beban di pundak Kakek Endang. Bantuan dari Anda akan sangat berarti untuk:

  • Biaya pengobatan katarak, diabetes, dan kolesterol Kakek Endang.
  • Biaya penunjang pengobatan sakit ginjal anaknya.
  • Kebutuhan pokok dan pemenuhan gizi untuk 3 cucu tunarungu-tunawicara.
  • Modal usaha agar Kakek tidak perlu lagi menggowes sepeda terlalu jauh dalam kondisi sakit.

Mari ulurkan tanganmu sekarang dengan cara :

 

  • Klik “Donasi Sekarang”;
  • Masukkan ‘Nominal’ atau ‘Pilih Nominal yang tersedia’;
  • Pilih metode pembayaran (ShopeePay/GoPay/Mandiri/BSM/BCA/Internet Banking  Lainnya);
  • Selesaikan proses transfer, dan konfirmasi donasi.

 

 

**** 

Apabila jumlah donasi melebihi target, maka dana akan disalurkan ke program bantuan LAZ Harfa lainnya melalui subsidi silang. Hal ini telah disetujui oleh perwakilan maupun pihak keluarga penerima manfaat.



Baca selengkapnya ▾

  • June, 25 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Yuk jadi Kawan Zakat dan berikan manfaat!

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close