Sejak tahun 2019, hidup Pak Nanang berubah drastis. Serangan jantung mendadak membuatnya koma hampir 2 minggu. Padahal sebelumnya, ia bekerja sebagai seorang security di Bintaro untuk menafkahi istri dan ketiga anaknya.

Namun setelah sakit itu, Pak Nanang tak lagi sanggup menjalani pekerjaannya. Demi tetap bisa menghidupi keluarga, ia beralih menjadi tukang foto keliling di kawasan wisata religi Banten Lama. Sayangnya, penghasilan itu tidak menentu, bahkan seringkali ia harus menelan pahitnya penolakan dari orang-orang yang merasa risih saat ditawari jasa foto.
Tak menyerah, istrinya pun membantu dengan membuka warung jajanan kecil di depan rumah. Meski begitu, beban kehidupan masih terasa berat. Dua anaknya terpaksa putus sekolah karena tak ada biaya, sementara anak bungsunya masih duduk di bangku SD.

Kini, kondisi kesehatan Pak Nanang semakin membatasi langkahnya. Pasca operasi, sakit jantungnya masih sering kambuh. Dokter menyarankan banyak istirahat, namun hatinya berat karena ia ingin tetap bekerja demi keluarganya.
Di tengah ekonomi yang serba sulit, Pak Nanang tetap berusaha menjadi ayah dan suami yang bertanggung jawab. Namun tanpa bantuan, sulit baginya untuk bertahan.
Sahabat, Mari bersama kita ulurkan tangan, ringankan beban Pak Nanang agar ia bisa kembali sehat dan kuat mendampingi keluarga tercinta. Setiap bantuan yang kita sisihkan akan menjadi harapan baru bagi perjuangan Pak Nanang.
Mari menjadi bagian dari ikhtiar penyembuhan Pak Nanang dengan cara:
- Masukkan ‘Nominal’ atau ‘Pilih Nominal yang tersedia’;
- Pilih metode pembayaran (ShopeePay/GoPay/Mandiri/BSM/BCA/Internet Banking Lainnya);
- Transfer sesuai dengan Nominal yang tercantum. Tambahkan kode unik “127” di belakang angka nominal (Contoh: Rp 900.127,-)
****
Apabila jumlah donasi melebihi target, maka dana akan disalurkan ke program bantuan LAZ Harfa lainnya melalui subsidi silang. Hal ini telah disetujui oleh perwakilan maupun pihak keluarga penerima manfaat.
Baca selengkapnya ▾