Di saat fajar belum sepenuhnya menyapa Kota Serang, Pak Agus sudah harus bergelut dengan dinginnya aspal. Bukan untuk berolahraga atau sekadar menghirup udara pagi, melainkan untuk memulai pertarungan panjang demi sesuap nasi.
Pemandangan ini mungkin sering kita temui, namun jarang kita selami. Pak Agus mendorong gerobak kayu yang berat. Di dalamnya, bukan hanya tumpukan botol plastik dan kardus bekas, melainkan juga dua nyawa yang amat ia cintai, anak sulungnya yang berusia 5 tahun dan si bungsu yang belum genap 2 tahun. Gerobak itu adalah dunia mereka, tempat mereka bermain, makan, bahkan tertidur di tengah bisingnya klakson kota.

Tak jauh di seberang jalan, sang istri yang masih sangat muda, berusia 24 tahun, menyisir sisi jalan yang lain. Bahunya yang rapuh memanggul karung usang, matanya tajam mencari sisa-sisa barang yang bisa ditukar dengan rupiah. Mereka berbagi tugas, membelah jalanan, namun tetap dalam satu ikatan doa yang sama.
Bagi keluarga ini, "pulang" adalah kata yang asing. Mereka tidak memiliki atap tempat berteduh. Setiap malam, mereka hanya menumpang di tempat pengepul rongsokan, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain sesuai arah angin nasib membawa mereka. Tanpa privasi, tanpa kenyamanan, dan tanpa rasa aman.
Namun, ada satu kegelisahan yang lebih besar dari rasa lapar di hati Pak Agus, Pendidikan.
Anak sulungnya kini telah berusia 5 tahun. Seharusnya, ia sedang belajar mengenal huruf dan bermain bersama teman sebaya di taman kanak-kanak. Pak Agus tahu betul, jika hari ini ia tidak berjuang menyekolahkan anaknya, maka rantai kemiskinan ini tidak akan pernah putus.
"Anak saya harus sekolah. Ia tidak boleh selamanya berada di dalam gerobak ini," bisik hatinya setiap kali melihat sang anak tertidur pulas di antara barang bekas.
Hasil dari mencari rongsokan sering kali hanya cukup untuk makan hari itu saja. Impian untuk memiliki tempat tinggal yang layak dan menyekolahkan anak terasa seperti mimpi yang terlalu tinggi untuk mereka raih sendirian.

Sahabat, yuk bantu keluarga Pak Agus melalui:
Yuk bantu keluarga pak Agus dengan cara:
****
Apabila jumlah donasi melebihi target, maka dana akan disalurkan ke program bantuan LAZ Harfa lainnya melalui subsidi silang. Hal ini telah disetujui oleh perwakilan maupun pihak keluarga penerima manfaat.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik