
Sahabat Harapan..
Dua tahun berlalu, perjuangan keluarga pak Adi dan ibu Inah belum juga usai. Kini, kondisi Suci justru semakin memburuk. Pada 11 Mei 2026, Suci kembali harus dirawat inap di RSDP Serang, Banten karena kondisinya yang terus menurun.

Di balik tubuh kecilnya, Suci harus bertahan melawan berbagai komplikasi penyakit sejak kecil. Bermula dari demam tinggi pada tahun 2017, Suci didiagnosa Hirschsprung dan harus dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta karena membutuhkan penanganan dokter spesialis. Hingga hari ini, Suci masih menjalani perawatan intensif dari banyak dokter spesialis karena komplikasi yang terus menyerang tubuhnya.
Suci pernah mengalami koma. Saat sadar, kondisinya kembali seperti bayi yang baru lahir. Ia baru bisa berjalan lagi saat usia 4 tahun setelah didiagnosa meningitis komplikasi. Kini, Suci harus rutin kontrol, menjalani terapi, mengganti selang dua kali setiap bulan, serta mengonsumsi susu dan obat khusus yang tidak seluruhnya ditanggung BPJS.
Untuk sekali penggantian selang saja, orang tua Suci harus menyiapkan biaya sekitar 250 ribu. Belum lagi obat-obatan yang bisa mencapai 500 - 600 ribu. Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan, biaya itu menjadi beban yang sangat berat.
Pak Adi hanyalah buruh serabutan. Kadang menjadi tukang parkir, kadang buruh lepas dengan penghasilan sekitar 70 - 80 ribu per hari. Jika tidak bekerja, maka tidak ada uang yang dibawa pulang. Sementara Ibu Inah hanya seorang ibu rumah tangga yang juga pernah berjuang melawan penyakit kista.

Untuk makan sehari-hari saja, keluarga ini pernah sampai terpaksa meminta beras kepada tetangga. Anak-anak mereka yang masih duduk di bangku sekolah, harus memakai seragam secara bergantian karena tidak mampu membeli yang baru. Bahkan rumah kontrakan yang mereka tinggali, atapnya bocor di banyak bagian ketika hujan turun. Tidak mampu untuk memperbaiki karena lagi-lagi sulitnya keuangan mereka.
Ibu Inah pernah menunggak listrik selama dua bulan. Dengan penuh harap, ia memohon kepada petugas yang datang ke kontrakan agar listrik tidak dicabut. Karena uang yang ada, terpakai untuk pengobatan Suci.
Hari ini, di tengah kondisi Suci yang kembali dirawat dan semakin melemah, harapan keluarga kecil ini hanya tinggal pada uluran tangan orang-orang baik. Mereka ingin Suci terus mendapatkan pengobatan dan memiliki kesempatan untuk bertahan hidup lebih lama.
Sahabat Harapan.. Keinginan Suci untuk sembuh dan bisa sekolah, menjadi motivasi ibu Inah dan suaminya untuk tetap bertahan di tengah kesulitan. Yuk.. Salurkan kebaikanmu untuk kesembuhan Suci dengan cara:
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik