“Dulu saya gak mau nyusahin anak. Masih kuat bikin sapu lidi, jual keliling. Sekarang cuma bisa tiduran, gak bisa apa-apa…”
Nek Nani (70 thn), seorang lansia tuna netra, hidup dalam kondisi serba terbatas. Ia tinggal di atas bukit yang jauh dari pemukiman warga bersama anak semata wayangnya, menantu, dan tujuh cucu yang masih bersekolah.
Keluarga ini hidup dalam kemiskinan ekstrem. Sang suami dari anak Nek Nani hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Beban hidup mereka semakin berat, apalagi dengan kondisi Nek Nani yang kini tak lagi bisa beraktivitas seperti dulu.
Sebelum sakit, Nek Nani berusaha mandiri. Ia membuat sapu lidi dan menjualnya keliling ke desa, meski harus berjalan perlahan karena keterbatasan penglihatannya. Tapi sejak beberapa bulan terakhir, tubuhnya lemah, tak sanggup bangkit dari tempat tidur. Ia hanya bisa berbaring, bergantung penuh pada anaknya.
Rumah yang mereka tempati pun jauh dari kata layak. Beratapkan seng karatan, berdinding kayu lapuk, dan tidak memiliki fasilitas mandi maupun dapur yang memadai. Akses menuju rumah ini sulit—berjalan naik bukit, melewati jalan setapak berbatu dan licin saat hujan.
#SahabatHarapan Nek Nani seharusnya bisa beristirahat dengan tenang di masa tuanya. Namun kenyataan berkata lain. Ia hidup dalam kesulitan dan keterbatasan, tanpa jaminan kesehatan ataupun akses pengobatan.
Anak dan menantunya hanya bisa berharap ada tangan-tangan baik yang peduli, untuk membantu pengobatan Nek Nani, kebutuhan hidup sehari-hari, dan pendidikan ketujuh cucunya.
Kebaikanmu bisa jadi harapan besar bagi mereka untuk terus melanjutkan hidup. Yuk, bantu ringankan beban Nek Nani dan keluarganya dengan cara :
****
Apabila jumlah donasi melebihi target, maka dana akan disalurkan ke program bantuan LAZ Harfa lainnya melalui subsidi silang. Hal ini telah disetujui oleh perwakilan maupun pihak keluarga penerima manfaat.
Belum ada Fundraiser
Menanti doa-doa orang baik