
Di atas sajadah kusam di sudut majelis, Pak Syarif dengan tulus membimbing para santri melafalkan Al-Qur'an. Di balik suara teduhnya, tersimpan perjuangan hidup yang berat. Sebagai penyandang disabilitas, Pak Syarif tak pernah menyerah menafkahi keluarganya meski mengandalkan upah mengajar yang tak seberapa.

Dulu, mereka mengontrak di sebuah desa di Kabupaten Lebak. Sang istri bahkan rela bekerja sebagai kuli kebun dan memanjat pohon kelapa demi menyambung hidup. Namun ujian kembali datang saat rumah kontrakan mereka dijual. Tanpa tabungan dan tujuan, Pak Syarif terpaksa kembali ke pondok pesantren yang merawatnya sejak kecil setelah dibuang orang tua kandungnya.

Kini, Pak Syarif, istri, dan anaknya yang duduk di kelas 1 SMP tinggal di bangunan majelis tempat santri mengaji, dengan sekat papan sederhana sebagai pembatas ruang istirahat. Pak Syarif terus mengabdi mengajar ngaji dan istrinya membantu membersihkan halaman pondok dengan diberi upah 100 ribu per bulan.
Namun, mereka tak ingin terus bergantung. Pak Syarif sangat membutuhkan sepeda listrik roda tiga untuk beraktivitas dan beribadah ke masjid, sementara anaknya membutuhkan buku tulis serta kejelasan biaya sekolah.
Sahabat, mari bersama ulurkan tangan untuk Pak Syarif dan keluarganya. Kebaikan kecil dari kita adalah penopang besar bagi guru ngaji pantang menyerah ini agar bisa hidup lebih layak.
Salurkan bantuan terbaikmu sekarang dengan cara:
*****
Disclaimer: Sebagian dana donasi digunakan untuk biaya iklan dan operasional.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik