
Selepas waktu maghrib, suara lantunan ayat suci terdengar dari sebuah majelis kecil di pelosok kampung Cisoka, Tangerang, Banten. Di sanalah Pak Saidi, seorang guru ngaji yang sudah mengabdikan diri selama 11 tahun, terus menebar cahaya ilmu Al-Qur’an.
Beliau tidak pernah menetapkan bayaran. Katanya, “seikhlasnya saja teh kalau bayaran mah. Yang penting anaknya mau ngaji..” katanya, dengan senyum yang meneduhkan. Untuk kebutuhan sehari-hari, pak Saidi kerja serabutan untuk menghidupi keluarganya. Karena tujuannya satu, untuk dakwah dengan mengajari anak-anak di kampungnya mengaji supaya mereka tumbuh dengan ilmu agama yang kuat dan akhlak yang baik.

****
Sahabat Harapan, Pak Saidi adalah satu dari sekian banyak guru ngaji di pelosok Banten yang berjuang tanpa pamrih. Mereka bukan hanya mengajar huruf hijaiyah, tapi juga menanamkan nilai kehidupan dan cinta pada Al-Qur’an sejak dini.
Mari ikut berbagi kebahagiaan untuk mereka. Salurkan ‘Kafalah untuk Guru Ngaji Inspiratif di Pelosok Banten’ sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian yang tak ternilai dengan cara:
****
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik