Di usia 10 tahun, Pak Ruli menerima takdir yang mengubah hidupnya selamanya. Sedikit demi sedikit, jari-jari tangannya membusuk dan putus akibat kusta yang menyebabkan pak Ruli mengalami cacat. Meski dengan segala keterbatasan, Pak Ruli masih bisa bekerja sebagai buruh bangunan. Karena kondisi tubuhnya melemah, saat ini pak Ruli dalam pendampingan kesehatan dari puskesmas.
Ibu Yuli, istri dari pak Ruli, membantu perekonomian keluarga sebagai buruh sapu di pabrik kue dengan upah 35 ribu rupiah per hari. Jika musim panen tiba, ibu Yuli memungut sisa-sisa beras yang jatuh dari mesin panen agar ada yang bisa dimakan di rumah. Di balik usaha mereka, ada harapan yang tak pernah padam.
“Saya mah pengen punya usaha warung kecil-kecilan, supaya ada pemasukan dari yang lain. Nggak ngebebanin istri juga...” lirihnya. Pak Ruli tidak mau hanya duduk diam menahan sakit. Ingin kembali berkegiatan, memiliki penghasilan sendiri, dan ingin lebih berdaya.
#SahabatHarapan, hari ini kita berkesempatan untuk mengubah cerita pak Ruli dan istrinya. Dengan bantuan kita, pak Ruli bisa mewujudkan impiannya memiliki warung kecil di rumah. Warung ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya. Dari menjual sembako, atau jajanan. Warung kecil ini bisa menjadi awal baru bagi Pak Ruli untuk tetap produktif dan berdaya.
Kebaikan yang disalurkan bukan hanya tentang uang, tapi tentang kehidupan yang lebih layak bagi keluarga yang selama ini bertahan dalam keterbatasan. Yuk bantu pak Ruli istrinya bangkit dengan cara:
****
Apabila jumlah donasi melebihi target, maka dana akan disalurkan ke program bantuan LAZ Harfa lainnya melalui subsidi silang. Hal ini telah disetujui oleh perwakilan maupun pihak keluarga penerima manfaat.
Belum ada Fundraiser
Menanti doa-doa orang baik