
Awal tahun 2026 yang seharusnya penuh harapan, justru menjadi ujian berat bagi ribuan warga di Provinsi Banten. Hujan ekstrem yang terus mengguyur sejak awal Januari telah memaksa air sungai meluap dan mengepung pemukiman. Berdasarkan data terbaru dari BPBD Provinsi Banten hingga 12 Januari 2026, tercatat lebih dari 2.370 jiwa terdampak secara masif di seluruh wilayah. Di Kabupaten Serang, dampaknya bahkan jauh lebih parah dengan laporan awal mencapai 11.700 warga yang terendam di 13 kecamatan, sementara di Kota Serang, banjir menerjang 6 kecamatan dan memaksa 1.680 jiwa mengungsi karena ketinggian air yang mencapai 1,5 meter.

Di balik angka-angka tersebut, terdapat ribuan cerita pilu. Di Lebak, banjir dan longsor telah merenggut satu nyawa dan merusak akses jalan utama di 11 kecamatan. Di Cilegon dan Pandeglang, ratusan warga kini bertahan di masjid dan posko pengungsian darurat karena rumah mereka terendam air setinggi dada. Mereka kehilangan harta benda, pakaian kering, dan yang paling krusial: akses terhadap makanan sehat. Dapur-dapur umum kini berjuang memenuhi kebutuhan pangan ribuan pengungsi yang terus bertambah seiring hujan yang belum juga reda.

Saat ini, kebutuhan mendesak yang sangat dinantikan para penyintas adalah Paket Sembako untuk keluarga yang masih bertahan dan Makanan Siap Santap bagi para pengungsi serta lansia yang sulit mengakses bantuan. Bayangkan kehangatan sebungkus nasi hangat atau bantuan beras bagi para ibu yang kebingungan memberi makan anak-anaknya di tengah dinginnya kepungan air.
Sahabat, mari bersama bahu- membahu meringankan sedikit beban saudara kita yang terkena musibah. Ciptakan kehangatan dan ukir senyum mereka dengan do’a dan bantuan yang tulus dari kita!
Bantu Masyarakat Banten yang terdampak dengan cara :
![]()
Belum ada Fundraiser