

Sahabat Harapan…
Menjadi seorang ayah bukan hanya tentang mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga. Ada tanggung jawab besar yang dipikul, termasuk memastikan anak-anaknya mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sehat dan meraih masa depan.
Seperti perjuangan Pak Nana Mulyana, seorang ayah sekaligus pengemudi ojek online yang tak pernah berhenti mengupayakan kesembuhan putranya, Wafiq (11 tahun).

Sudah tiga tahun Wafiq berjuang melawan leukemia. Penyakit yang membuat tubuhnya semakin lemah, wajahnya pucat, bahkan tak jarang ia harus menahan nyeri pada persendiannya.
Kondisi tersebut membuat Wafiq tak lagi mampu bersekolah seperti anak-anak seusianya. Ia juga pernah mengalami masa ketika kedua kakinya begitu lemah hingga tak sanggup bangkit dari tempat tidur.
"Pernah sampai nggak bisa jalan, soalnya sendi-sendinya sakit, terus lemas juga," cerita Wafiq.

Meski merasakan sakit, Wafiq berusaha menahannya agar ayah dan ibunya tidak semakin khawatir.
Setiap hari, Pak Nana mengandalkan penghasilannya dari ojek online. Dalam sehari, pendapatannya berkisar Rp 80 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung ramainya pesanan. Penghasilan itu harus dibagi lagi untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, mulai dari beras, air minum, hingga kebutuhan protein.
Namun, perjuangan Pak Nana tidak berhenti sampai di situ.
Untuk mengantar Wafiq menjalani pengobatan ke RS Harapan Kita, Jakarta, ia harus menyiapkan ongkos perjalanan hingga Rp 78 ribu sekali jalan. Belum lagi kebutuhan selama mendampingi Wafiq menjalani pengobatan.
Tak jarang, Pak Nana harus bekerja hingga larut malam demi mendapatkan penghasilan tambahan. Bahkan, ia pernah mengalami kerugian akibat orderan fiktif yang membuatnya harus menanggung biaya dari kantong sendiri.
Di sisi lain, sang istri juga berusaha membantu perekonomian keluarga dengan berjualan kue kering buatannya. Namun, sejak kondisi Wafiq membutuhkan pendampingan lebih intensif, aktivitas berjualannya makin terbatas.

Penghasilan dari berjualan kue biasanya digunakan untuk membeli obat-obatan dan vitamin Wafiq yang tidak ditanggung BPJS.
Di tengah keterbatasan tersebut, Pak Nana dan istrinya masih menyimpan harapan yang sama: mereka ingin Wafiq sembuh.
Mereka ingin melihat Wafiq kembali bersekolah, bermain bola bersama teman-temannya, dan menjalani masa kecil seperti anak-anak lainnya.
Sahabat Harapan, mari kita lihat lebih dekat perjuangan seorang ayah yang terus berusaha memberikan kesempatan terbaik bagi anaknya. Kini, mari kita ikut mengambil bagian dalam perjuangan mereka.
Ulurkan tangan untuk membantu kebutuhan pengobatan dan perjalanan Wafiq ke rumah sakit dengan cara:
Bersama LAZ Harfa, kebaikanmu menguatkan.
****
Keterangan:
Biaya yang terkumpul dari donasi, akan terpotong otomatis untuk biaya iklan dan operasional. Hal ini telah disepakati oleh pihak keluarga penerima manfaat.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik