

Dulu, Pak Sudrajat bekerja keras untuk keluarganya. Kini, ia hanya berharap ada yang menguatkan perjuangannya melawan tumor otak.
****
Pak Sudrajat adalah seorang ayah dari keluarga sederhana. Dulu, ia menjadi pejuang nafkah untuk anak-anak, dan istrinya. Kini, ia berbaring di atas kasur sambil menahan sakit di sekujur badan, karena tumor otak yang sudah menjalar ke saraf mata, serta paru-parunya. Ia tak bisa lagi melihat. Berbicara pun lidahnya kelu. Tak jarang ia meraung kesakitan.

Semua bermula dari sakit kepala yang tak kunjung membaik. Setelah menjalani pemeriksaan dan dilakukan CT Scan, ditemukan adanya cairan di kepala serta benjolan di bagian kepala sebelah kiri. Pak Sudrajat kemudian menjalani pengobatan dan operasi pada Desember 2025.
Perjuangannya belum selesai. Tumor kembali tumbuh hingga Pak Sudrajat harus dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di RS Cipto, Jakarta. Hasilnya, kondisi pak Sudrajat semakin memprihatinkan. Tumornya membesar, ia tak sanggup lagi mengangkat kepala.
Di tengah kondisi tersebut, ada seorang istri yang terus mendampingi setiap langkah pengobatannya. Ibu Dewi. Seorang guru yang sehari-hari mengajar di Taman Kanak-Kanak. Dengan penghasilan minim yang tidak cukup menutupi kebutuhan harian serta kebutuhan pak Sudrajat seperti diapers, dan buah-buahan, ia tetap sabar dan teguh pendirian. Ridho akan ujian yang sedang dihadapinya. Tak jarang ibu Dewi menitikkan air mata, terlebih saat menyuapi suaminya makan, membersihkan badan, serta mengangkat atau memindahkan posisi tubuh suaminya.

Untuk menjalani pengobatan ke RS Cipto Mangunkusumo di Jakarta, ibu Dewi juga harus menyiapkan biaya transport. Ibu Dewi bisa mengeluarkan uang sebesar 300 ribu rupiah untuk pergi dan pulang. Nominal tersebut terasa sangat berat untuknya.
Sahabat Harapan, Pak Sudrajat membutuhkan uluran tangan kita untuk memenuhi biaya pengobatan, biaya kebutuhan harian, dan biaya transportasi agar ia tetap bisa mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Mungkin kita tidak bisa menghapus sakit yang sedang dirasakan Pak Sudrajat. Namun, kita bisa membantu meringankan beban yang sedang dipikul keluarganya.
Mari kuatkan kembali seorang pejuang keluarga yang kini sedang berjuang untuk sembuh dengan cara:
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik