

Di balik segelas kopi, ada seorang ibu yang sedang berjuang melawan tumor paru-paru.
Namanya Ibu Saadiah, 51 tahun. Ia adalah orang tua tunggal yang berjuang menghidupi kedua putranya seorang diri sejak 13 tahun lalu.
Setiap hari, Bu Saadiah berjualan kopi sederhana di depan gang rumahnya. Dari penghasilan yang tak menentu, paling tinggi sekitar Rp70 ribu sehari, ia harus membagi penghasilannya untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya berobat.


Sakitnya bermula dari batuk yang tak kunjung sembuh. Setelah diperiksa, Bu Saadiah harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya menderita tumor paru-paru.
Dulu, selain berjualan kopi, Bu Saadiah juga aktif menjadi caregiver. Ia terbiasa merawat dan membantu orang lain. Namun kini, kondisinya membuat Bu Saadiah harus lebih fokus menjalani pengobatan dan berjuang untuk kesembuhannya.

Di rumah, masih ada ayahnya yang juga membutuhkan perhatian karena menderita stroke.
Sementara itu, putra sulung Bu Saadiah sedang menempuh pendidikan di bangku universitas, dan putra bungsunya masih duduk di kelas 2 SMP.
Di tengah keterbatasan, Bu Saadiah tetap menyimpan satu harapan sederhana:
“Saya ingin sembuh, kembali berjualan kopi, dan bisa merawat ayah saya lagi.”
Sahabat Harapan, di bulan Maulid ini, mari hadirkan doa dan kepedulian untuk Bu Saadiah. Salurkan Sedekah terbaik untuk kesembuhan bu Saadiah di bulan Maulid dengan cara:
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik