
Sahabat.. Perkenalkan, ini Pak Edi. Beliau mengalami sakit liver yang sudah diderita selama 13 tahun. Saat ini, Ia bekerja sebagai penjual mainan keliling.
Dulu, Pak Edi tinggal dengan saudara terdekat. Namun sekarang, Ia tinggal dengan sepupu jauhnya. Untuk berobat, Pak Edi selalu takut. Bukan takut dengan hasil diagnosa, melainkan takut saat menghadap bagian administrasi rumah sakit.
“Takut mahal, teh…” ujar pak Hapid, sepupu dari pak Edi. Merasa tidak mampu, Pak Edi tidak pernah berobat. Untuk meredakan rasa nyeri, pak Edi hanya minum jamu tradisional.

Pak Edi biasa menuntun sepeda dan menjual mainan di sekitar kontrakan. Kebetulan, kontrakannya tidak jauh dari pantai. Jika sedang ada acara atau ramai pengunjung, pak Edi bisa membawa pulang uang 60-80 ribu rupiah. Namun jika sedang sepi, Ia hanya mendapat uang sebesar 30 ribu rupiah. Uang tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan pokok. Penghasilan dari jualan mainan juga tidak langsung masuk kantong Pak Edi karena harus disetor sebagian uangnya ke pemasok mainan.

Di usianya yang menjelang kepala empat, dan kondisinya yang hanya mampu bertahan hidup, pak Edi memutuskan untuk hidup tanpa berkeluarga. Sahabat, melihat kondisi pak Edi yang bertahan hidup dan berjuang untuk sembuh dari penyakitnya, yuk kita salurkan kebaikan untuknya dengan cara:
****
Keterangan:
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik