
"Neng, sabar ya.. Ayah cari ongkosnya dulu."
Kalimat itu selalu keluar dari mulut Pak Djuhani (52 th) setiap kali melihat Nabila (14 th) meringis kesakitan. Sudah 15 tahun Pak Djuhani berdiri di pinggir jalan, mengaduk es teh poci demi receh yang ia kumpulkan untuk masa depan anak-anaknya. Namun kini, setiap putaran sendok di gelas plastiknya terasa lebih berat. Ada nyawa dan kesehatan putrinya yang sedang ia pertaruhkan.
Nabila divonis Skoliosis Parah. Punggungnya tidak lagi tegak; ia melengkung, menekan saraf, dan menciptakan rasa nyeri yang menusuk setiap kali ia mencoba rukuk saat salat atau sekadar duduk belajar.

Tahun lalu, keajaiban datang lewat meja operasi. Namun, perjuangan belum usai. Tubuh mungil Nabila kini butuh brace (penyangga tulang) khusus agar hasil operasinya tidak sia-sia. Belum lagi urusan kontrol rutin yang menguras fisik dan biaya.

Bayangkan dari Rangkasbitung, Pak Djuhani harus memboyong Nabila menembus sesaknya kereta menuju Tanah Abang, lalu menyambung taksi online menuju RS. Perjalanan berjam-jam itu dilakukan demi satu tujuan: Nabila harus sembuh.
"Kalau lihat Nabila kesakitan saat sujud, rasanya jantung saya yang berhenti detak, Mas," ucap Pak Djuhani sambil mengusap peluh.

Sore hari saat dagangan es teh sepi, istrinya tak tinggal diam. Ia menggoreng kacang, membungkusnya kecil-kecil dengan harapan bisa menambah seribu dua ribu rupiah untuk ongkos kereta besok.
#SahabatHarapan, Pak Djuhani tidak meminta kemewahan. Ia hanya ingin putrinya bisa berdiri tegak tanpa rasa sakit. Ia hanya ingin janji "Nanti Ayah usahain buat berobat" yang ia bisikkan ke telinga Nabila benar-benar bisa ia tepati.
****
#SahabatHarapan berkaca dari kisah pak Djuhani yang berjuang dengan gerobak es teh selama 15 tahun, mengantongi harapan supaya bisa membawa putrinya ke RS karena menderita skoliosis, yuk kita ringankan bebannya dengan cara:
****
Apabila jumlah donasi melebihi target, maka dana akan disalurkan ke program bantuan LAZ Harfa lainnya melalui subsidi silang. Hal ini telah disetujui oleh perwakilan maupun pihak keluarga penerima manfaat.
![]()
Belum ada Fundraiser