SEMANGAT BANTEN BERGELORA BERSAMA NELAYAN PENYINTAS TSUNAMI DI BANTEN

SERANG — Minggu (27/1) tim Laz Harfa kembali menyalurkan bantuan berupa perahu untuk nelayan, pemberian pelampung keamanan, baju dan sarung tepatnya di Kp. Pasauran Desa Umbul Tanjung Kec. Cinangka dengan penerima manfaat sebanyak 150 Kepala Keluarga

Peresmian serah terima bantuan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, selain para penyintas nelayan yang mendapat bantuan, hadir pula tokoh masyarakat, Sekretaris Desa Umbul Tanjung, dan Tim Laz Harfa Banten.

SEMANGAT BANTEN BERGELORA BERSAMA NELAYAN PENYINTAS TSUNAMI DI BANTEN

Ada 3 cara pendampingan yang dilakukan untuk Desa Harapan Nelayan ini. Langkah pemulihan ekonomi, memulihkan pengetahuan mereka tentang ibadah dan keagamaan, memulihkan pengetahuan mereka tentang pengelolaan keuangan keluarga.

SEMANGAT BANTEN BERGELORA BERSAMA NELAYAN PENYINTAS TSUNAMI DI BANTEN

Ust Mulyadi selaku ketua Yayasan Harapan Dhuafa (HARFA) mengungkapkan bahwa bencana tsunami yang terjadi ini merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada kita. Sehingga kita tahu, bahwa dengan bencana ini banyak orang yang peduli kepada kita terutama kepada warga Banten. Semoga dengan adanya banyak bantuan ini dapat membangun kembali semangat Banten agar lebih baik dalam menjalani kehidupan.

Bukan hanya memberikan bantuan kepada penyintas, akan tetapi tim Laz Harfa juga turut ikut melaut dengan menggunakan perahu tersebut. Para penyintas sangat bersemangat dengan terus menggelorakan kata “Semangat Banten” saat perahu tengah berlayar di tengah lautan dan diterjang ombak.

SEMANGAT BANTEN BERGELORA BERSAMA NELAYAN PENYINTAS TSUNAMI DI BANTEN

Slogan “Semangat Banten” menunjukkan bahwa mereka bertekad untuk terus mewujudkan harapan kehidupannya. Harapan untuk menjaga perahu yang diberikan untuk dapat bermanfaat dalam mencari nafkah demi keluarga tercintanya dan membangun perekonomian.

“Para nelayan sangat berterima kasih terhadap bantuan dari Laz Harfa. Para nelayan akan menjaga semangat yang ditularkan untuk terus kembali menjalani kehidupan yang lebih baik lagi pasca tsunami. Terutama semangat untuk tetap melaut dan mengais rezeki” ungkap Abah Jaya Ketua Nelayan di Kampung Pasauran.

Semoga apa yang kita lakukan dapat menjadi jalan kebaikan, terutama para donatur tercinta yang telah gotong royong bantu Banten di Laz Harfa Banten.

LAZ HARFA GELAR KOPDAR BERSAMA PARA RELAWAN TSUNAMI BANTEN

LAZ HARFA GELAR KOPDAR BERSAMA PARA RELAWAN TSUNAMI BANTEN

Serang — Jum’at, 18 Januari 2019 Laz Harfa mengadakan Kopdar Relawan Tsunami Banten di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Banten. Tujuannya yaitu untuk menjaga silaturahmi juga ajang temu kangen bagi seluruh para relawan yang telah berkontribustri selama ini. Acara ini hadiri oleh Indah Prihanande (Direktur Laz Harfa), Muhamad Arif Kirdiat (Founder Relawan Kampung) dan kurang lebih 70 relawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatannya, Arif Kirdiat selaku Founder Relawan Kampung mengungkapkan bahwa relawan adalah panggilan jiwa, tidak bisa hanya modal ikut-ikutan saja. Dalam dunia kerelawanan semuanya harus penuh dengan keterbukaan. Ketika kita memutuskan menjadi relawan maka niat kita harus terus diluruskan karena-Nya, hilangkan jauh-jauh mindset demi mendapatkan uang, karena jauh diluar sana akan ada banyak hal yang akan kita dapatkan. Menjadi relawan berarti kita harus siap menjaga amanah yang telah Allah dan donatur berikan, sekecil apapun hal tersebut. Maka penting baginya untuk menjaga apa yang telah diamanahkan.

LAZ HARFA GELAR KOPDAR BERSAMA PARA RELAWAN TSUNAMI BANTEN

Laz harfa masih akan terus bergerak sampai 6 bulan kedepan, tepatnya akan membersamai sampai akhir 30 Juni 2019 nanti. Kami akan lebih fokus kepada pemberdayaan ekonomi maupun sosial di masyarakat. Adapun program yang kami inisiasi pada tahap pemulihan ini diantaranya yaitu perahu untuk nelayan, KABAYAN (Kajian Bareng Nelayan), Kegiatan Psikososial, WASH (Water, Sanitation and Hygiene), Bantuan Perlengkapan untuk Sekolah, Bimbingan Belajar, Pemberian Modal Usaha, Pendampingan Skill Usaha, Ramadhan Bareng Penyintas dan masih banyak program-program lainnya yang bermanfaat untuk para penyintas.

LAZ HARFA GELAR KOPDAR BERSAMA PARA RELAWAN TSUNAMI BANTEN

Indah Prihanande mengungkapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya untuk para relawan yang telah membersamai Laz Harfa dalam membantu semangat Banten kembali, baik pada masa tanggap darurat maupun masa pemulihan saat ini. Semoga Allah membalas kebaikan para relawan semua yang mau bahu-membahu gotong royong bantu Banten. Di dunia ini, banyak orang memilih berbuat baik, lalu tersadar bahwa kebaikan sekecil apapun ternyata bagi mereka yang membutuhkan itu sangat penting dan berarti tambah Indah dihadapan para relawan.

LAZ HARFA GELAR KOPDAR BERSAMA PARA RELAWAN TSUNAMI BANTEN

Selain Talkshow dari Muhamad Arif Kirdiat dan Indah Prihannade, pada Kopdar tersebut adapula Sharing Session bersama 5 Relawan dari berbagai bidang kerelawanan. Mereka berbagi kisah bagaimana perjalanan suka duka mereka menjadi relawan. Salah satu cerita menarik datang dari Shiraj, relawan asal Bima, NTB. Shiraj mengaku sangat antusias menjadi relawan Laz Harfa karena banyak sekali pengalaman yang ia dapatkan, terlebih saat ia berada di lokasi pengungsian di daerah Sumur, dimana dalam ceritanya keadaan di Banten terutama di pandeglang ini begitu memilukan, karena banyaknya masyarakat dan para penyintas yang sebenarnya memang masuk dalam kategori ekonomi bawah yang jarang sekali tersorot oleh dunia, sehingga dengan adanya bencana ini para penyintas benar-benar sangat membutuhkan bantuan dari para kita semua.

Tsunami ini adalah salah satu hikmah yang Allah beri untuk membuka bagaimana tabir kemiskinan masyarakat di ujung Pandeglang, infrastruktur yang rusak dan perekonomian yang kurang membuat mereka harus merasakan bagaimana kepedihan yang mendalam. Bencana tsunami memang berhasil merenggut banyak hal dari mereka tapi jauh dari sebelum hari ini mereka pun telah merasakan keprihatinan selama bertahun-tahun lamanya.

Tidak semua orang memang mampu menjadi relawan karena relawan adalah panggilan dari hatinya. Niatnya pun bukan semata-mata akan dunia tetapi lebih kepada lillah terhadap-Nya. Semoga pertemuan ini bukanlah pertemuan terakhir diantara kita, dan semoga kelak Allah mempertemukan kita kembali di singgah sana surga-Nya.

Wujudkan Harapan Semangat Banten, Laz Harfa Gelar “Banten Berdzikir”

Banten Berdzikir yang diinisiasi oleh Laz Harfa, Forum Zakat (FOZ), dan Azzikra telah diselenggarakan pada tanggal 9 Januari 2019 di Masjid As-Salafiyah Kec. Labuan Kab. Pandeglang. Acara ini bertujuan untuk merefleksikan diri bagi para penyintas, relawan, maupun masyarakat umum untuk dapat merenungkan segala macam dosa-dosa yang telah dilakukan dan meminta untuk dikuatkanNYA.

Acara ini menghadirkan KH. Muhamad Arifin Ilham, Ustadz. H. Ferry Nur S,Si,Ust Muhammad Toharuddin Alhafidz dan Amar Azzikra. Tapi, qadarullah ternyata KH. Muhamad Arifin Ilham tidak dapat hadir karena sakit kanker yang di deritanya dan harus dirawat di rumah sakit, dan diwakili oleh putranya yaitu Amar Azzikra (Pimpinan Majelis Azzikra Sentul).

Laz Harfa Gelar Banten Berdzikir

Banten Berdzikir dihadiri oleh lebih dari 2500 peserta, Juga diikuti oleh 32 Lembaga Kemanusiaan serta para relawan dari berbagai daerah seperti Papua, Bali, Medan dan daerah lainnya. Acara ini disambut dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta yang hadir, seperti harapan pada acara tersebut yaitu guna bermuhasabah diri mewujudkan harapan semangat Banten kembali.

Laz Harfa Gelar Banten Berdzikir

Ammar Azzikra mengungkapkan bahwa Banten Berdzikir merupakan bentuk muhasabah diri untuk meminta ampunan dan juga meminta untuk dikuatkan dari bencana tsunami yang telah menerjang pada Sabtu (22/12) lalu. Acara ini juga bukan hanya berdzikir bersama akan tetapi juga memberikan bantuan kepada para penyintas yang berasal dari Desa Caringin, Kec. Labuan.

Semangat mereka adalah harapan kita semua, maka gotong royong untuk Banten kembali merupakan solusi untuk membangun semangat mereka. Orang yang membantu saudaranya yang kesusahan lebih utama daripada orang yang beriktikaf sebulan penuh di Masjid Nabawi ungkap
Ustadz. H. Ferry Nur S,Si.

Ketua yayasan Harapan Dhuafa Banten, Ust. Mulyadi menambahkan bahwa acara Banten Berdzikir ini merupakan ajang silaturahmi bagi semua eleman yang berkaitan dengan tsunami di Banten. Ia juga mengungkapkan bahwa ia sangat terharu karena banyak sekali yang ikut bahu-membahu membangun semangat Banten kembali bahkan dari berbagai daerah di Indonesia.

Musibah ini tentu juga akan banyak mendatangkan hikmah, sehingga kita harus memperbanyak rasa syukur dan meluaskan rasa sabar tentunya, agar hikmah yang Allah berikan dapat kita terima dengan hati yang lapang.

Bantu Semangat Banten Kembali, Laz Harfa Berkomitmen Bantu Pemulihan Pasca Tsunami

Tsunami pada Sabtu (22/12) telah berhasil memporak-porandakan ribuan bangunan dan juga menghilangkan mata pencaharian penduduk sekitar. Kerusakan tersebut tentu membuat para penyintas tidak hanya membutuhkan bantuan berjangka pendek akan tetapi juga berjangka panjang.

Setelah peristiwa bencana tsunami, masa tanggap darurat ditetapkan selama kurang lebih 14 hari. Setelah itu, Proses dilanjutkan dengan pemulihan pasca tsunami. Proses itu dikenal sebagai proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Rehabilitasi dan rekonstruksi tentu sangat penting bagi para penyintas, karena proses tersebut diharapkan mampu membangun kembali apa-apa yang sebelumnya telah hancur akibat bencana tsunami baik berupa kondisi bangunan, maupun kondisi psikologis, ekonomi hingga sosial para penyintas.

Ada banyak hal yang dapat dilakukan pada masa pemulihan yaitu membuat hunian sementara (HUNTARA) bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal, Perahu untuk Nelayan, Warung-warung sementara untuk para pedagang dan tentunya pemberdayaan masyarakat agar dapat mandiri dalam hal ekonomi. Proses pemulihan pasca bencana tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak, baik berupa dukungan materil dan dukungan moril. Keduanya dibutuhkan untuk membangun kembali #SemangatBanten.

Indah Prihanande, Direktur Laz harfa mengungkapkan bahwa Laz harfa akan berkomitmen untuk terus ikut terlibat mengambil bagian membangun #SemangatBanten kembali tidak hanya pada masa tanggap darurat saja, akan tetapi hingga program pemulihan pasca tanggap darurat.
Bersama Laz Harfa, mari kita bangun #SemangatBanten kembali. Donasi sahabat harfa masih sangat dibutuhkan untuk menyalakan kembali semangat para penyintas di Banten.

Salurkan donasi terbaikmu melalui rekening :

BSM : 7003346538

Muamalat : 3930000477

BNI : 2001717171

BNI Syariah : 0264089319

BRI : 008401000593562

BJB : 0078118441100

BTN Syariah : 7191003624 a.n. Yayasan Harapan Dhuafa

Tambahkan kode unik Rp. 555 -, dibelakang nominal transfer donasi.

Informasi dan konfirmasi

via WA bit.ly/LazHarfaBanten (081287074484)

Laz Harfa Ajak Masyarakat untuk Jangan Tinggalkan Banten Pasca Tanggap Darurat

Pada Selasa malam (1/1), Laz Harfa kembali melakukan penyaluran bantuan di Kec. Sumur, suasana malam begitu mencekam karena jalanan yang sepi dan juga gelombang air laut yang cukup tinggi. Banyak pengungsi yang juga lebih memilih tinggal di gubuk-gubuk dekat pegunungan dan persawahan.

Masih banyak masyarakat yang mengalami trauma terhadap pantai dan lautan terlebih banyaknya isu hoax terkait gelombang air naik, dan juga diperparah dengan banyaknya sisa-sisa puing bangunan yang runtuh, hal ini semakin membuat masyarakat sekitar terus teringat akan bencana tsunami yang terjadi pada sabtu (22/12) lalu. Keadaan tersebut tentu tidak boleh dibiarkan terlalu lama, mereka membutuhkan penanganan psikososial yang lebih cepat, tidak harus menunggu sampai pada tahap rehabilitasi maupun rekonstruksi.

Laz Harfa Ajak Masyarakat untuk Jangan Tinggalkan Banten Pasca Tanggap Darurat

Dalam menangani pasca bencana tsunami, terdapat tiga tahap yang harus dilakukan yaitu meliputi tahap tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi. Semangat kerelawanan biasanya banyak dilakukan pada tahap tanggap darurat saja, orang-orang berbondong-bondong memberikan bantuan pada tahap ini, tapi sangat sedikit yang ikut serta pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Padahal masyarakat sangat membutuhkan bantuan pada tahap tersebut, karena pada tahap tersebut tentu dibutuhkan sejumlah uang yang tidak sedikit. Bukan hanya peran pemerintah saja yang dibutuhkan akan tetapi semua lapisan masyarakat, karena sebenarnya pada tahap inilah harapan kehidupan mereka untuk kembali normal dan pulih seperti sebelumnya.

Indah Prihanande, Direktur Laz Harfa mengajak semua lapisan masyarakat untuk tidak meninggalkan Banten pasca masa tanggap darurat berakhir nanti. Ia berharap semua turut bahu membahu untuk membantu sampai keadaan normal dan kembali pulih. Dan Laz Harfa berkomitmen untuk siap menjadi lembaga sosial kemanusiaan yang menemani dalam kembalikan semangat Banten.

Laz Harfa Ajak Masyarakat untuk Jangan Tinggalkan Banten Pasca Tanggap Darurat

Kehadiran kita mungkin terlihat kecil, tapi dampak yang dirasakan tentu lebih besar. Jika kita bahu-membahu untuk gotong royong membangun semangat Banten kembali, tentu akan banyak manfaat yang didapatkan oleh mereka seperti memiliki hunian sementara (HUNTARA), perahu untuk kembali melaut, kelengkapaan alat-alat untuk sekolah, warung-warung untuk para pedagang dan pemberdayaan masyarakat untuk dapat berdaya secara ekonomi.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menunjukan kepedulian kita. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang akan peduli kepada mereka? Jika kita sendiri memilih pergi dan apatis terhadap bencana yang menerjang mereka.

Mari bersama-sama membangun semangat Banten kembali, perjuangan kita tidak cukup sampai disini, masih ada banyak hal yang patut kita lakukan untuk membuat kondisi mereka pulih kembali.

“Saya Sangat Sedih dan Masih Merasa Ini Semua Mimpi, Di Hari Ibu Yang Membahagiakan Ini Justru Bencana Tsunami Menimpa”

Hari Ibu Yang Membahagiakan Ini Justru Bencana Tsunami Menimpa
Raniah, Korban Tsunami Selat Sunda, Kecamatan Sumur, Pandeglang

“Saya sangat sedih dan masih merasa ini semua mimpi, di Hari Ibu yang membahagiakan ini justru bencana tsunami menimpa” begitulah ucap Raniah salah satu korban di Kec. Sumur.
——-
Saat kejadian, Raniah sedang asyik bercengkrama dengan temannya via telepon seluler, niat hati ingin melepaskan rindu akan tetapi justru melalui telepon itulah ia mendapatkan informasi bahwa terjadi tsunami di dekat pesisir pantai.
.
Raniah memang selamat, tetapi tidak dengan harta bendanya yang telah hancur bersama dengan tingginya terjangan gelombang tsunami. Raniah kehilangan, tapi tidak dengan harapan! Harapan untuk tetap melanjutkan kehidupannya bersama keluarga yang ia cintai.
.
Raniah juga mengungkapkan bahwa kondisi pasca tsunami sangat memprihatikan, ia dan warga sekitar harus mendirikan pengungsian sendiri di pegunungan dan persawahan yang jaraknya berkilo-kilo meter. Jika siang hari aktivitasnya hanya mencari sisa-sisa barang yang mungkin bisa diselamatkan.

Raniah dan semua korban bencana tsunami sangat membutuhkan kepedulian kita semua.
.
Sampaikan kepedulian sahabat harfa bersama Laz Harfa. Karena dengan bersama kita yakin Banten Pulih.
.
Melalui Rekening :
BSM : 700 334 6538
Muamalat : 393 0000 477
BNI : 200 1717 171
BNI Syariah : 0264089319
BRI : 008 401 000 593 562
BJB : 0078118441100
BTN Syariah : 7191003624
An. Yayasan Harapan Dhuafa

Hari Ibu Yang Membahagiakan Ini Justru Bencana Tsunami Menimpa

Hari Ibu Yang Membahagiakan Ini Justru Bencana Tsunami Menimpa

Hari Ibu Yang Membahagiakan Ini Justru Bencana Tsunami Menimpa

Hari Ibu Yang Membahagiakan Ini Justru Bencana Tsunami Menimpa

Hari Ibu Yang Membahagiakan Ini Justru Bencana Tsunami Menimpa

Hari Ibu Yang Membahagiakan Ini Justru Bencana Tsunami Menimpa

Hari Ibu Yang Membahagiakan Ini Justru Bencana Tsunami Menimpa

Hari Ibu Yang Membahagiakan Ini Justru Bencana Tsunami Menimpa

Hari Ibu Yang Membahagiakan Ini Justru Bencana Tsunami Menimpa

 

GOTONG ROYONG BANTU TSUNAMI BANTEN, LAZ HARFA BERIKAN PELAYANAN TERBAIK

Tsunami di Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12/18) di wilayah Banten dan Lampung menyisakan duka yang mendalam bagi para korban. Bencana alam yang tidak pernah disangka-sangka tersebut telah berhasil meluluhlantakkan bangunan-bangunan dekat pesisir pantai, terlebih Kawasan Selat Sunda dikenal sebagai tempat wisata dan rekreasi. Sehingga bukan hanya warga yang menjadi korban akan tetapi juga para pengunjung yang bermaksud berlibur di daerah dekat pesisir pantai khususnya wilayah Banten (Kawasan Carita, Tanjung Lesung dan Sumur) yang merupakan daerah terparah yang terkena dampak Tsunami.

GOTONG ROYONG BANTU TSUNAMI BANTEN, LAZ HARFA BERIKAN PELAYANAN TERBAIK

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dalam Press Release yang dilakukan pada Senin (24/12/2018) bahwasanya Tsunami yang terjadi di Selat Sunda disebabkan oleh beberapa penyebab. Pertama, terjadi peningkatan intensitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang signifikan yang kemudian menyebabkan longsoran bawah laut. Kedua, tingginya gelombang air laut yang dipengaruhi oleh intensitas curah hujan yang tinggi pada periode waktu yang berdekatan dengan Tsunami. Ketiga, adanya longsoran material di tebing Gunung Anak Krakatau, yang mana longsoran tersebut diakibatkan oleh tremor (getaran yang terus menerus) sehingga membuat volume air laut semakin meningkat dan menyebabkan terjadinya Tsunami di kawasan Pesisir Barat Banten dan Sebagian Lampung. Hal inilah yang menyebabkan Bencana Tsunami terjadi di kawasan selat Sunda dan mirisnya justru bencana alam ini tidak terprediksi sedini mungkin karena masih kekurangan alat pendeteksi dan juga pengetahuan mengenai Tsunami yang diakibatkan oleh longsor bawah laut.

Dilansir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data sementara dampak dari bencana Tsunami selat sunda hingga Senin (24/12/2018) pukul 17:00 WIB , tercatat 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi. Kerugian fisik akibat Tsunami meliputi 681 unit rumah rusak, 69 unit hotel dan villa rusak, 420 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, dan puluhan kendaraan rusak.

LAZ HARFA sebagai lembaga kemanusiaan bergerak cepat dengan adanya bencana alam Tsunami yang terjadi, sejak kejadian (22/12/18) LAZ HARFA langsung mengirimkan relawan ke lokasi bencana. Bahkan hingga hari ini (25/12/2018), tim LAZ HARFA semakin luas dalam memberikan bantuan kepada para korban Tsunami pada wilayah Banten, Khususnya wilayah yang masih terisolir seperti Kecamatan Sumur. LAZ HARFA terus bergerak memberikan bantuan untuk sampai kepada korban-korban yang memang sangat membutuhkan dan masih minim bantuan. Adapun Bantuan-bantuan yang telah tersalurkan yaitu bantuan prioritas yang sangat dibutuhkan oleh para korban, seperti Bantuan logistik, Dapur Umum, Tim Medis hingga Tim evakuasi yang diterjunkan untuk memudahkan dalam mencari korban.

GOTONG ROYONG BANTU TSUNAMI BANTEN

Bantuan-bantuan yang diberikan tersebar di 9 kecamatan dimana 8 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang dan 1 Kecamatan di Kabupaten Serang. Adapun titik-titik penyaluran bantuan setiap kecamatan yaitu Kecamatan Sumur (Desa Taman Jaya, Desa Kertajaya, Desa Sumber Jaya, Desa Tangkil Sari, dan Desa Citangkil), Kecamatan Carita (Desa Sukarame) Kecamatan Pagelaran (Desa Margasana), Kecamatan Jiput (Desa Tenjolahang), Kecamatan Cinangka (Desa Bulakan), Kecamatan Angsana (Desa Angsana), Kecamatan Panimbang (Desa Panimbang, Desa Soge, dan Desa Gombong), Kecamatan Sukaresmi (Desa Sidamukti) dan Kecamatan Labuan (Desa Teluk, Desa Jawatan, Desa Caringin, Desa Kalanganyar, dan Desa Cigondang).

LAZ HARFA Berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk ikut serta membantu para korban bencana Tsunami Khusunya di Banten. LAZ HARFA juga telah membangun posko-posko bantuan sebagai bentuk respon cepat terhadap bencana Tsunami yang terjadi. Adapun posko-posko yang dibangun LAZ HARFA tersebar diberbagai titik di Provinsi Banten yaitu POSKO Cilegon yang terletak di Jl. Letjend R. Suprapto KM. 37 Ramanuju, Cilegon. POSKO Pagelaran terletak di Kp. Kadu Parasi RT/RW 10/01 Desa Margadana/Tarogong, Kec. Pagelaran. POSKO Panimbang terletak di Kp. Sinarlaut, Desa Panimbang Jaya, Kec. Panimbang. POSKO Cinangka terletak di Kp. Tancang Kramat, Desa Bulakan, Kec. Cinangka, POSKO Sumur terletak di Kp. Kopi Kec. Sumur (SDN Kertajaya 2). POSKO Pandeglang terletak di Jl. Raya Rangkasbitung Km. 3 Sabitangtu Desa Bangkanol Kec. Koroncong Kab. Pandeglang dan terakhir POSKO Serang terletak di Jl. Ciwaru Raya Komplek Pondok Citra 1 No. 18 Kota Serang.

Direktur LAZ HARFA, Indah Prihanande menyampaikan bahwa dengan semakin baiknya pelayanan yang diberikan, maka akan semakin cepat dalam membantu memulihkan kondisi korban pasca bencana Tsunami Banten. Karena untuk saat ini tidak ada yang lebih dibutuhkan oleh para korban selain doa, kehadiran dan bantuan kita semua.

10.000 Jamban Terbangun Tanpa Subsidi, LAZ Harfa Berhasil Mengubah 50.000 Pola Pikir Warga Pandeglang

Sekitar 50 ribu warga Pandeglang yang biasa buang air besar sembarangan atau di kebun (dolbon) sudah berubah perilakunya. Saat ini, mereka sudah membiasakan diri buang air besar di jamban. Berubahnya perilaku kurang sehat ribuan warga tersebut merupakan hasil dari pemberdayaan LAZ Harfa Bekerjasama dengan Caritas Australia. Dalam upaya mengubah perilaku warga tersebut, LAZ Harfa menjalankan program pemberdayaan jamban dengan menggunakan metode pemicuan CLTS yang berlandaskan project pengembangan ekonomi dan kesehatan berbasis masyarakat. Pada Selasa (13/11/2018), LAZ Harfa bersama Caritas Australia mengunjungi Desa Gayong dan Desa Bojong Manik dalam rangka kunjungan ke desa melihat perkembangan pemberdayaan yang ada di masyarakat serta meninjau langsung prosesnya.

Jamban ke-10.000

Tembus 10.000 hasil capaian target LAZ Harfa dalam pembuatan jamban di masyarakat Pandeglang melalui model edukasi CLTS. ”Warga membangun 10.000 jamban, atau sebanyak 50.000 lebih warga telah berubah pola perilakunya dari buang air besar sembarangan kini mereka memiliki jamban sendiri, dan semua hasil ini dicapai tanpa subsidi satu rupiah pun,” kata Direktur LAZ Harfa Banten indah Prihanande kepada wartawan, Selasa (13/11/2018). Indah juga menjelaskan ini adalah rumah ke-10.000 yang memiliki jamban sendiri. Banyak kaum perempuan yang tadinya membuang hajat sembarangan, kini tidak lagi. Mereka juga kini tidak lagi harus membangunkan suami untuk BAB tengah malam di kebon belakang rumah mereka.

10000 Jamban Terbangun Tanpa Subsidi

Sementara itu dalam kunjungannya ke Desa Bojongmanik Kecamatan Sindangresmi Kabupaten Pandeglang Selasa (13/11/2018). CEO Caritas Australia Paul O’Callaghan menuturkan bahwa program ini adalah salah satu program terbaik yang pernah saya lihat, karena ini menunjukkan sekelompok ibu-ibu yang bekerja sangat baik dengan dukungan dari LAZ Harfa dan Caritas untuk membuat sebuah perubahan besar bagi kehidupan anak-anak hingga anak cucu mereka. “Ini adalah hal yang sangat baik bagi kita bisa mengunjungi masyarakat di desa ini karena kita telah mendengar langsung dari para ibu-ibu tentang perubahan besar di kehidupan mereka atas hasil bantuan langsung dari LAZ Harfa dan dukungan Caritas. Dan ini adalah hal yang sangat menginspirasi bisa melihat bagaimana masyarakat bersama-sama dalam meningkatkan kehidupan mereka, bukan hanya bagi keluarganya tapi juga untuk seluruh masyarakat,” kata Paul. Sudah ada bukti dari perubahan besar yang telah mereka lakukan dengan membangun jamban sendiri tanpa subsidi satu rupiahpun, hingga terbangun sampai 10.000. Bukan hanya jamban yang di bangun, tetapi pola pemberdayaan perekonomian-pun di terapkan seperti membuat kebun sayur di lahan pekarangan depan rumah warga, yang bertujuan untuk meminimalisasi pengeluaran kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Namun lebih dari itu, yaitu komitmen mereka untuk meningkatkan kualitas hidup dan mereka memberikan harapan yang nyata bagi anak-anaknya untuk kehidupan yang jauh lebih baik, Ini adalah hal yang sangat mengagumkan.